Masalah
pokok ekonomi adalah masalah yang timbul sebagai akibat dari ketidakseimbangan
antara keinginan manusia untuk mendapatkan barang dan jasa dengan kemampuan
faktor-faktor produksi menghasilkan barang dan jasa.
Masalah-masalah
ekonomi dalam hal ini dibagi menjadi dua, yaitu masalah pokok ekonomi klasik
dan masalah pokok ekonomi modern.
Berikut Video Pembelajaran
A.
Masalah pokok ekonomi klasik
Pada tahun 1870 berkembang teori ekonomi
klasik yang di perintis oleh Adam Smith. Para penganut teori
tersebut mengutarakan bahwa permasalahan ekonomi adalah satu kesatuan proses
yang terdiri dari produksi, distribusi, konsumsi.
1.
Masalah
Produksi
Produksi artinya menghasilkan barang atau jasa yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia (konsumen). Masalah produksi berkaitan erat dengan :
- Produk (barang dan jasa) apa yang akan
diproduksi.
- Untuk siapa barang itu diproduksi dan
menggunkan berapa tenaga kerja.
- Dalam kegitan produksi, tidak terlepas
dari cara menggunakan bahan mentah, peralatan modal), tenaga kerja, dan
teknologi. Yang dimana ini menentukan kapasitas produksi atau kemampuan
memproduksi barang dan jasa.
2.
Masalah
Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang/jasa
hasil produksi kepada konsumen. Masalah distribusi adalah :
§ bagaimana cara menyalurkan barang dan jasa dari
produsen sampai ke konsumen.
§ saluran distribusi apa yang akan digunakan,
misalnya lewat distributor, agen, dan pedagang grosir atau saluran
lainnya. Distribusi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
ü Distribusi langsung, artinya menyalurkan barang/jasa dari produsen
langsung kepada konsumen tanpa melewati perantara. Contohnya seorang penjual
ketoprak memproduksi sendiri dan langsung menjual dagangannya kepada pembeli
(konsumen).
ü Distribusi tidak langsung, artinya menyalurkan barang/jasa dari
produsen kepada konsumen melalui perantara. Misalnya melalui eksportir,
importir, makelar, agen, komosioner, pedagang besar (grosir), pedagang kecil
(retailer), dan penyalur-penyalur yang lainnya.
3.
Masalah
Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan menggunakan, menghabiskan
atau memanfaatkan barang yang dihasilkan oleh produsen. Permasalahan konsumsi
yaitu harus adanya kesesuaian antara barang yang di produksi dengan kebutuhan
masyarakat.
Produsen harus mengetahui dan memperhatikan
kebutuhan, keinginan dan kemampuan konsumen sebelum melakukan produksi.
B.
Masalah pokok ekonomi Modern
Pertanyaan
tersebut mengarah pada jenis dan jumlah barang dan jasa yang harus diproduksi
dalam perekonomian karena sumber daya (faktor produksi) bersifat langka.
Oleh karena itu,
setiap masyarakat harus memilih secara tepat barang dan jasa apa yang harus
diproduksi dan berapa banyak barang dan jasa diproduksi.
2. How
(Bagaimana)
Pertanyaan tersebut mengacu kepada pilihan cara produksi dan
pelaku produksi. Pilihan cara produksi meliputi jenis faktor produksi dan teknik
produksi yang digunakan.
§ Untuk pilihan faktor produksi, di negara yang kaya sumber daya tenaga kerja
pilihan jatuh kepada produksi padat karya, yaitu memproduksi barang dan jasa
dengan mengoptimalkan tenaga kerja (SDM). Adapun di negara yang kaya akan
sumber daya modal, pilihan jatuh kepada produksi padat modal, yaitu memproduksi
barang dan jasa dengan mengandalkan modal yang sangat besar.
§ Begitu pula dalam hal pemilihan teknologi, misalnya, dalam pengerjaan persawahan, di negara
maju pilihan jatuh kepada teknologi modern (traktor mesin), sedangkan di negara
berkembang pilihan jatuh kepada teknologi sederhana (cangkul atau bajak) atau
teknologi madya (traktor tangan).
3. For
Whom ( Untuk Siapa barang dan jasa diproduksi)
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan terpenting dalam
memecahkan masalah pokok ekonomi. Barang dan jasa yang diproduksi harus
merupakan kebutuhan utama serta terjangkau oleh daya beli mayoritas rakyat.
C. Simpulan
Masalah Pokok Ekonomi
Dari
penjelasan kedua sub di atas, dapat kita tarik simpulan. Pokok masalah ekonomi
ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi. Dalam pokok masalah ekonomi
klasik, adalah dilihat dari sudut pandang sederhana. Pada dasarrnya pemikiran
ini bertujuan pada satu hal, yaitu kemakmuran. Pemecahan masalah ini adalah
dengan melakukan apapun yang dianggap perlu agar kemakmuran dapat dicapai.
Dalam teori ekonomi klasik, masalah pokoknya terfiri dari tiga, yakni aspek
produksi, distibusi, dan konsumsi.
Sementara
itu, pokok permasalahan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, yakni
kelangkaan dan pilihan. Yang pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga
muncul empat pertanyaan mendasar mencakup what, how, who, dan for whom.
Walaupun setiap kelompok masyarakat atau negara menghadapi pertanyaan yang
sama, namun cara mengatasinya bisa berbeda-beda. Perbedaan cara inilah yang
memunculkan sejumlah sistem ekonomi.